Tuesday, February 19, 2013

Makanan Tinggi Glikemik Memicu Diabetes

AppId is over the quota

Kompas.com - Meski diabetes melitus oleh awam sering disebut penyakit kencing manis, sebenarnya faktor utama penyakit ini tidak disebabkan oleh kelebihan gula. Menurut riset, makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah biang keladi penyakit diabetes.

Indeks glikemik (IG) merupakan indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Bahan pangan dengan IG rendah lebih aman untuk penderita diabetes dan obesitas.

Hasil analisa terhadap 24 penelitian yang dipublikasikan sejak tahun 1997 dan melacak pola makan 125.000 orang dewasa menyimpulkan, orang yang kurang mengonsumsi serat dan sering mengasup makanan yang diproses beresiko tinggi menderita diabetes.

"Makanan yang cepat menaikkan kadar gula itu akan membuat pankreas bekerja keras menghasilkan insulin setelah makan, setiap hari," kata Dr.David Ludwig dari Boston Children's Hospital yang banyak meneliti tentang diabetes.

Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition itu dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas California, Los Angeles dan Universitas Oxford, Inggris.

Secara umum, para responden dalam penelitian itu mengonsumsi sekitar 139 gram gula. Dalam setiap tambahan gula sebanyak 100 gram per 2000 asupan kalori harian, risiko seseorang untuk terkena penyakit diabetes melitus naik sampai 45 persen.

"Sangat mudah mendapat 100 gram gula, terutama jika kita tidak hati-hati dalam memilih makanan yang tepat," kata Heidi Silver, pakar nutrisi yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Makanan dengan IG rendah, antara lain ikan, daging, sayur dan buah yang tinggi serat, kacang-kacangan, nasi merah, atau produk susu.

Masyarakat juga mesti mengetahui mana makanan yang memiliki IG tinggi. Misalnya saja pisang matang yang memiliki kandungan gula lebih tinggi dibanding yang masih mengkal.

Makanan seperti protein batangan atau serat batangan juga perlu diwaspadai karena tidak sama dengan serat dari sayur atau buah. Di negara maju umumnya banyak produk makanan yang sudah dilabeli indeks glikemiknya.

Di internet cukup banyak informasi mengenai tabel IG makanan. Salah satunya adalah www.glycemicindex.com

Monday, February 18, 2013

Sering Memeluk Bayi Cegah "Baby Blues"

AppId is over the quota

Kompas.com - Sindroma baby blues dialami sekitar 80 persen ibu yang baru melahirkan. Perasaan tak berdaya dan mudah marah akibat sindrom ini bahkan bisa memicu depresi. Cegah dengan lebih banyak melakukan kontak kulit dengan bayi.

Perubahan hormonal dan perasaan tidak siap menjalani peran baru sebagai ibu diduga kuat menyebabkan sindrom baby blues. Gejalanya antara lain merasa sedih, cemas, pikiran kompulsif, ketakutan, dan merasa tidak mampu.

Bila tidak ditangani kondisi tersebut bisa berkembang menjadi depresi (postpartum depression). Depresi pasca melahirkan bukan hanya berpengaruh pada ibu, tetapi juga bayi sehingga ia lebih rentan mengalami gangguan perkembangan sosial, emosional, dan kognitif.

Menurut studi dalam Journal of Obstretic, Gynecological, and Neonatal Nursing, melakukan kontak kulit (skin to skin contact) antara bayi dan ibu bisa menjadi terapi alternatif untuk mengatasi baby blues tanpa obat.

Para ibu yang melakukan kontak kulit 6 jam setiap hari selama satu minggu pasca melahirkan, kemudian diikuti dengan kontak kulit 2 jam setiap hari diketahui memiliki gejala depresi lebih rendah.

Bagi bayi, pelukan, sentuhan atau ciuman akan memuaskan kebutuhan mereka pada kontak manusia dan meningkatkan ikatan. Kegiatan tersebut juga merangsang pengeluaran hormon oksitosin pada ibu. Bayi dan ibu juga akan merasa lebih rileks dan nyaman.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatrics menyebutkan kontak kulit sekitar 3 jam setiap hari akan mengurangi frekuensi menangis bayi. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi rasa stres ibu. Bayi juga bisa tidur lebih nyenyak dan lebih lama.

Olahraga juga berperan penting dalam mengurangi risiko baby blues dan depresi pasca melahirkan. Aktivitas fisik akan melepaskan endorfin yang membantu kita merasa lebih bahagia dan meningkatkan temperatur tubuh sehingga memicu rasa nyaman.

Didik Nini Thowok Dukung Healing Garden

AppId is over the quota

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Komedian dan penari Didik Nini Thowok menyanyikan lagu Gethuk untuk menghibur pasien dan keluarga pasien dalam "Healing Garden", Sabtu (16/2/2013) di taman sekitar Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

"Healing Garden merupakan program mediasi untuk menyembuhkan pasien melalui hiburan," kata Yanuarius Sugeng, salah satu Staf Humas RS Panti Rapih.

Healing Garden, menurut Sugeng, diadakan bagi pasien yang memiliki tingkat mobilitas tinggi atau sudah diperkenankan pulang. "Tujuannya agar pasien tidak jenuh di kamar," ujar Sugeng. Healing Garden diawali dengan senam kecil dan latihan pernafasan. Sesudahnya disajikan lagu-lagu tembang kenangan oleh staf humas. 

Menurut Didik Nini Towok, Healing Garden sudah biasa dilakukan oleh rumah sakit di luar negeri. "Di Amerika dan India, rumah sakit menghadirkan hiburan seperti badut," kata Didik.

Didik menambahkan, keadaan psikis pasien yang cemas dan takut akan meningkatkan adrenaline. Itu akan menghambat penyembuhan. Dalam papernya Comedy as Healing yang pernah dipaparkan di luar negeri, Didik menyampaikan adanya suatu penelitian bahwa hiburan dan perasaan senang dapat menghasilkan enzim serotonim dan melantonim. Enzim itu dapat menetralisir adrenaline dan mempercepat proses penyembuhan.

"Semoga Healing Garden dapat diupayakan oleh rumah sakit di seluruh Indonesia," kata Didik yang sebenarnya datang untuk periksa kesehatan.

Caroline, salah satu pasien yang menderita sakit infeksi saluran kemih, mengaku senang dan terhibur atas acara itu. "Acara ini bagus dan menarik. Saya bisa saling bertegur sapa dengan sesama pasien," kata Caroline, mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling Universitas Sanata Dharma.

"Kegiatan ini perlu terus diadakan karena kami terhibur," kata Winahyu, yang hadir menemani Sutiyah, ibundanya. Sutiyah sedang menjalani kemoterapi karena kanker tulang.

Healing Garden di RS Panti Rapih sudah dimulai sejak Juni 2011. Healing Garden diadakan setiap Sabtu pukul 08.30-10.00.