Wednesday, January 16, 2013

Nenek Ini Melahirkan Dua "Cucu" Kembar

AppId is over the quota
Maria da Gloria (51) menjalani teknik IVF atau bayi tabung untuk membantu anaknya, Fernanda, yang tidak bisa mengandung anaknya sendiri.

KOMPAS.com Perempuan berusia 51 tahun asal Portugal melahirkan dua bayi hasil dari proses bayi tabung. Maria da Gloria menjalani teknik IVF atau bayi tabung untuk membantu anaknya, Fernanda, yang tidak bisa mengandung anaknya sendiri.

Da Gloria menganggap ini adalah "hadiah" yang dapat diberikan kepada Fernanda. Ia melahirkan dua bayi perempuan sehat secara caesar pada Senin (7/1/2013) lalu di Setor Aeroporto, Goiania. Ia melahirkan empat minggu lebih cepat dari yang seharusnya. Kedua bayi itu diberi nama Emmanuel dan Julia.

"Aku senang sekali," ujar Fernanda Medeiros (34), seperti dilansir Portuguese News.

Da Gloria, yang juga sudah menjadi ibu dari tiga anak, sebelumnya harus diberi suntikan hormon untuk kembali mengalami siklus menstruasi. Ia pun harus berpindah dari tempat tinggalnya di kota Santa Helena de Goias ke Goiania untuk melahirkan cucunya.

Fernanda kini menjalani perawatan untuk dapat menyusui anaknya. Ia berharap dengan menyusui sendiri anaknya, ia dapat membentuk ikatan batin antara dirinya dengan putrinya.

Fernanda sejak umur 13 tahun divonis tidak dapat punya anak karena rahimnya sudah diangkat akibat masalah kesehatan. "Pada waktu itu, saya sangat sedih karena saya selalu ingin menjadi seorang ibu," katanya.

Fernanda menikah pada usia 20 tahun dan kerap mencoba untuk mengadopsi anak, tetapi selalu ditolak. Pada tahun 2005 ia melihat sebuah program TV tentang seorang nenek yang melahirkan cucunya. Ia pun kemudian mengunjungi dokter dengan ibunya, tetapi dokter mengatakan hal ini terlalu berisiko karena usia Da Gloria.

Namun, mereka tidak menyerah. Mereka kembali mengunjungi dokter 6 tahun kemudian. Ternyata saat itu kondisi Da Gloria cukup sehat untuk hamil kembali. Teknik bayi tabung pertama sempat gagal, tetapi akhirnya berhasil untuk kali kedua.

Tuesday, January 15, 2013

Banyak Bayi Rewel Ditenangkan TV

AppId is over the quota

Kompas.com - Walau para pakar menyatakan bayi dan anak-anak sebaiknya jangan terlalu lama menonton televisi, tetapi cukup banyak ibu yang memilih tayangan TV untuk menenangkan bayinya yang sedang rewel.

Hasil penelitian menunjukkan, bayi-bayi yang aktif dan dianggap rewel oleh ibunya terpapar tayangan TV lebih banyak dibanding dengan bayi yang lebih anteng.

Banyak sedikitnya bayi menonton TV itu ternyata juga terkait dengan tingkat pendidikan ibunya. Para ibu yang berpendidikan rendah atau kegemukan cenderung membiarkan bayinya menonton TV lebih banyak.

Studi tersebut melibatkan 217 ibu berkulit hitam dan bayinya yang tinggal di wilayah North Carolina, AS. Tim peneliti mendatangi rumah para responden saat bayi berusia 3 bulan, kemudian riwayat kesehatan bayi diikuti sampai berusia 18 bulan.

Bayi berusia 3 bulan dalam penelitian itu rata-rata menonton TV 2,6 jam setiap hari. Di usia setahun, hampir 40 persen bayi menonton TV lebih dari 3 jam setiap hari. Bayi yang lebih rewel menonton lebih lama dibanding bayi yang anteng.

Penelitian sebelumnya menemukan bayi yang rewel beresiko tinggi obesitas di kemudian hari. "Ibu mereka memanfaatkan tayangan TV untuk menenangkan atau menghibur mereka," tulis peneliti dalam jurnal Pediatrics.

Terlalu banyak menonton TV di usia dini dikhawatirkan akan membentuk kebiasaan sehingga anak lebih jarang bergerak dan beresiko kegemukan. Efek samping buruk lainnya, perkembangan yang lebih lambat di usia prasekolah.

Alih-alih menggunakan tayangan TV, para peneliti menyarankan agar orangtua mencari strategi alternatif untuk menghibur bayi mereka.

The American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak berusia kurang dari dua tahun dibatasi waktu menonton TV-nya karena sebanarnya manfaat pendidikannya lebih sedikit dan lebih banyak efek buruknya.

Inilah Cara Sel Punca Mengatasi Penyakit

AppId is over the quota

KOMPAS.com - Penasaran dengan mekanisme kerja sel punca mengobati berbagai penyakit? Feng Qi Rong, dokter sekaligus peneliti sel punca dari Modern Hospital Guang Zhou Cina memberikan penjelasannya Kamis (10/1/2013) di Jakarta.

Sel punca merupakan sel yang memiliki kemampuan membelah dengan cepat dan belum memiliki fungsi khusus. Sel ini dengan teknik tertentu dapat disisipkan ke dalam jaringan atau organ yang bermasalah untuk dapat "meniru" fungsi dari sel-sel di jaringan atau organ tadi, sehingga organ dapat menjalankan fungsinya dengan normal kembali.

Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat diobati dengan sel punca dan mekanismenya yang dipaparkan oleh Feng :

1. Diabetes

Penyakit diabetes yang disebabkan gagalnya pankreas memproduksi insulin dapat diobati dengan sel punca. Penyisipan sel punca di "pulau Langerhans" yang ada di pankreas akan meregenerasi sel-sel pankreas sehingga dapat kembali memproduksi insulin. Insulin yang dihasilkan pun menjadi lebih banyak dan berkualitas.

2. Penyakit liver

Biasanya, penyisipan sel punca untuk penyakit ini memerlukan jumlah yang banyak. Sel punca akan berdiferensiasi menjadi pembuluh-pembuluh darah baru yang dapat memperbaiki fungsi hati.

3. Penyakit sistem saraf

Sel punca akan berperan dalam memperbaharui sel-sel saraf, sehingga lebih baik dalam menghantarkan impuls. Perbaikan ini mengobati penyakit-penyakit saraf seperti Parkinson.

4. Penyakit autoimun

Sel punca akan menekan reproduksi dari sel T dan sel B sehingga akan menormalkan kerja sistem kekebalan tubuh.

5. Penyakit ginjal

Hampir sama dengan penyakit lainnya, sel punca akan berdiferensiasi menjadi sel-sel ginjal. Sehingga sel-sel ginjal yang telah lama dan tidak berfungsi lagi akan tergantikan oleh sel-sel baru ini sehingga fungsi ginjal normal kembali.

6. Penyakit kulit, seperti penyembuhan bekas luka

Sel punca akan menggantikan sel-sel kulit yang telah mati. Menurut Feng, pengobatan konvensional biasanya tidak optimal, sedangkan dengan sel punca akan lebih optimal.

7. Penyakit jantung

Sel-sel otot jantung yang sudah melemah fungsinya akan digantikan oleh sel punca. Selain itu sel punca juga akan menciptakan pembuluh darah baru sehingga aliran darah dari dan ke jantung pun kembali normal.

8. Penurunan berat badan

Obesitas disebabkan oleh tumpukan sel lemak. Sel punca akan meregenerasi sel-sel lemak, sehingga sel-sel lemak yang lama akan terbuang.

Nah, lalu dari mana sel punca yang begitu "ajaib" ini berasal? "Sel punca dapat diambil dari sumsum tulang, jaringan tali pusar, jaringan lemak, dan beberapa organ," ujar Feng.

Namun tidak selamanya sel punca dapat diambil dari tubuh orang yang menjalani terapi sel punca sendiri. "Jika penyakit pasien sudah parah, atau usianya sudah tua sebaiknya sel punca berasal dari donor," jelasnya.

Jika berasal dari orang lain, mungkinkah terjadi efek penolakan? Feng mengatakan, tidak perlu khawatir dengan efek penolakan.  Pada dasarnya sel punca dapat menginduksi toleransi kekebalan tubuh dan memiliki efek imunomodulator yang kuat, sehingga tidak akan terjadi reaksi penolakan. Namun biasanya para ahli medis tetap menguji coba terlebih dahulu sebelum menerapkannya ke tubuh pasien.