Showing posts with label Mudik. Show all posts
Showing posts with label Mudik. Show all posts

Sunday, August 26, 2012

Tips Keselamatan Mudik

AppId is over the quota
Pemudik sepeda motor melintas di jalur utama pantai utara di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (12/8/2012). Sejumlah pemudik mengaku memilih sepeda motor untuk perjalanan mudik karena murah dan praktis.

KOMPAS.com-  Sudah menjadi tradisi untuk pulang ke kampung halaman menjelang Hati Raya Idul Fitri. Berbagai cara di tempuh dan moda kendaraan digunakan. Mulai dari pesawat terbang hingga sepeda motor. Menyoroti keselamatan berkendara, ada satu persiapan yang masih diabaikan: kesehatan tidur. Padahal 55% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kantuk. Coba kita tengok juga data kecelakaan lalu lintas pada masa mudik tahun lalu. Kepolisian RI mencatat pada Operasi Ketupat 2011, penyebab kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan tak layak adalah 449 kejadian, serta 387 kejadian yang disebabkan oleh kendaraan tak layak. Sementara yang disebabkan oleh kantuk adalah 1018 kecelakaan.

Bayangkan angka tersebut. Amat disayangkan, karena kantuk sebenarnya merupakan penyebab kecelakaan yang bisa dikendalikan, bisa dicegah! National Sleep Foundation, AS, menyatakan bahwa mengendara dalam kondisi terjaga selama 18 jam sama bahayanya dengan mengendara dengan kadar alkohol 0,08% dalam darah. Padahal di beberapa negara, batas legal kadar alkohol adalah 0,08%.

Pahami juga bahwa kondisi mengantuk yang dimaksud berbahaya bukanlah sampai tertidur di belakang kemudi. Terus menguap dan mata mulai berair juga sudah termasuk mengantuk. Dan dalam kondisi mengantuk, kemampuan mengendara sudah menurun drastis! Kemampuan mengendara yang dimaksud adalah kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, kecepatan respons dan stabilitas emosi. Keterjagaan saja, ternyata tak cukup.

Kemampuan-kemampuan mental ini cuma bisa dibangun pada saat tidur. Sementara stimulan seperti kafein, nikotin dan berbagai suplemen atau minuman penambah energi hanyalah menunda kantuk. Kita tetap membutuhkan suplementasi tersebut tetapi ada cara konsumsinya. Jika tak bijak mengonsumsi, kita hanya mendapat efek terjaga tanpa perbaikan kemampuan mengendara, dan ini penting untuk keselamatan. Sering kali, kantuk malah lebih berbahaya dari mabuk. Karena kita tak mengenali tanda-tanda kantuk dan masih merasa cukup bugar untuk berkendara.

Sebuah penelitian sederhana dilakukan pada sekelompok orang muda. Mereka diminta untuk menekan tombol setiap kali diberi sinyal lampu. Hasilnya pada orang-orang yang kurang tidur, mereka mengaku tak pernah sekalipun melewatkan sinyal. Padahal dari pengamatan, mereka banyak sekali melakukan kesalahan. Perhatikan juga kemungkinan adanya kantuk berlebihan. Yaitu masih mengantuk dan mudah lelah walau tidur sudah cukup. Gejala gangguan tidur ini biasanya disebabkan oleh mendengkur. Mendengkur dan kantuk berlebih merupakan gejala dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur.

Di Eropa, pendengkur dengan dugaan sleep apnea diharuskan melapor ke dinas lalu lintas untuk selanjutnya ditahan sementara Surat Ijin Mengemudinya hingga dinyatakan sehat oleh dokter. Jadi perhatikan kesehatan tidur. Kenali tanda-tanda kantuk, dan bijaklah dalam konsumsi stimulan. Karena: Tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur!

Tanda-tanda kantuk mulai membahayakan:
- Kehilangan konsentrasi, sering mengerjapkan mata atau mata terasa berat.
- Pikiran menerawang.
- Sulit mengingat apa-apa yang telah dilewati; atau melewatkan beberapa rambu atau lampu merah.
- Berulang kali menguap dan mengusap-usap mata.
- Sulit menjaga kepala dalam posisi tegak.
- Melenceng dari jalur, dan melanggar marka-marka jalan.
- Merasa lelah dan mudah terpancing emosi.

Apakah Anda beresiko? Sebelum berkendara, periksa apakah Anda :

-  Kurang tidur atau lelah (tidur kurang dari 6 jam akan meningkatkan resiko hingga tiga kali lipat.)
-  Menderita insomnia, kualitas tidur yang buruk (OSA), atau menanggung banyak hutang tidur.
-  Mengendara jarak jauh tanpa jeda istirahat yang cukup.
-  Mengendara pada jam-jam biasanya tidur.
-  Mengonsumsi obat-obatan yang membuat kantuk (antihistamin, antidepresan atau obat flu.)
- Bekerja lebih dari 60 jam seminggu (meningkatkan resiko hingga 40%.)
-  Mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dan pekerjaan utamanya adalah pekerjaan dengan shift malam.
-  Minum minuman beralkohol (walaupun hanya sedikit.)
-  Mengendara sendirian atau melewati jalan yang panjang, sepi dan membosankan.

Sebelum mengendara seorang pengemudi sebaiknya :

- Tidur yang cukup. Pada orang dewasa 7,5-8,5 jam, sedangkan pada remaja atau dewasa muda 8,5-9,25 jam.
- Untuk perjalanan jauh, usahakan jangan berkendara sendirian. Teman seperjalanan dapat membantu melihat tanda-tanda kantuk dan dapat menggantikan untuk sementara waktu. Penumpang juga sebaiknya tidak tidur dan terus mengobrol dengan pengendara.
- Ketika merasa lelah sebaiknya hentikan kendaraan, minum kafein, lalu beristirahatlah sejenak. Setelah tidur 20-30 menit kita bangun segar, dan kafein juga persis mulai bekerja, hingga kemampuan mengendara kembali efektif.
- Hindari alkohol dan obat-obatan yang menyebabkan kantuk.
- Berkonsultasilah pada dokter atau klinik gangguan tidur jika mengalami kantuk berkepanjangan, sulit tidur di malam hari dan/atau tidur mendengkur.

Saturday, August 25, 2012

Enam Tips Cegah Mabuk Saat Perjalanan Mudik

AppId is over the quota
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASASejumlah turis asing menikmati perjalanan mereka dengan menumpang kereta api uap di Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu destinasi utama Jateng yang dituju para wisatawan asing dan domestik, selain mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

KOMPAS.com - Mabuk saat melakukan perjalanan panjang menggunakan kendaraan terkadang tidak bisa dihindari. Apalagi jika sebelumnya kondisi badan sedang tidak prima. Meski begitu kondisi ini bisa dicegah, meski tanpa obat antimabuk.

Mabuk di perjalanan terjadi ketika informasi yang dikirim oleh sistem vestibular atau pusat keseimbangan tubuh di telinga bagian dalam, dan informasi dari indra penglihatan terhadap suatu gerakan diterima berbeda. Gerakan berbeda ini menyebabkan kerja otak terganggu, sehingga reaksi yang timbul adalah mual atau muntah.

Pemicu mual atau mabuk banyak, misalnya karena kendaraan umum yang ditumpangi bergerak tidak teratur. Atau, orang mengisi perjalanan dengan kegiatan membaca yang menyebabkan ketidaksesuaian informasi pada otak. Mual atau mabuk normal terjadi saat seseorang melakukan perjalanan. Namun, terkadang kondisi ini membuat malu dan meresahkan teman perjalanan lainnya karena mencium bau muntahan yang tidak enak.

Cara pencegahan paling gampang dengan meminum obat anti mabuk di perjalanan. Namun, apabila Anda takut merasa tergantung terhadap obat-obatan anti mabuk, cobalah cara alternatif mencegah mabuk berikut ini:

- Sebelum memulai perjalanan, cobalah meminum minuman yang menghangatkan badan seperti minuman jahe. Dari penelitian, jahe memiliki kandungan senyawa 6-gingerols dan galanolactone yang mampu mencegah timbulnya mual dan muntah.

- Ketika Anda mengalami gejala mual dan ingin muntah, sebaiknya cari ruangan yang lega atau hirup udara segar. Usahakan pula untuk tidak banyak bergerak.

- Jika rasa mual makin hebat, menepi dan berhentilah sejenak. Anda dapat berjalan di sekitar perhentian kendaraan untuk menetralkan akumulasi getaran pengganggu. Tindakan ini efektif membantu mencegah mual atau perasaan ingin muntah. Namun, memang hanya dapat dilakukan jika Anda mengendarai mobil pribadi.

- Cara lainnya adalah mengatur posisi duduk saat melakukan perjalanan. Usahakanlah agar duduk dengan posisi searah laju kendaraan. Sandarkanlah kepala dan tutup mata atau fokuslah pada satu jarak dan obyek tidak bergerak seperti kaki langit, gunung, hamparan sawah. Obyek tidak bergerak akan membantu meredakan rasa pusing.

- Bila mual tak juga reda, kepalkan dan lemaskan jemari tangan dan kaki berulang-ulang. Gunanya untuk menaikkan peredaran darah. Pijitan pada jemari dan telapak tangan dapat membantu menghilangkan rasa pusing ringan.

- Jika kondisi mabuk perjalanan disertai rasa lemas akibat dehidrasi dan penurunan tekanan darah, maka obat anti mual mutlak diperlukan. Obat yang dianjurkan adalah obat yang masuk pada golongan Antihistamin Dimenhidrinat dengan catatan dosis untuk anak usia 2 - 5 tahun sebesar 12,5 - 25 miligram, dan anak usia 6 - 12 tahun sebesar 20 - 50 miligran dengan tingkat konsumsi maksimal 3 kali sehari.

Tentunya, hal paling penting adalah hari-hari sebelum Anda melakukan perjalanan jauh. Usahakan kondisi badan prima, tidak terlalu lelah karena berkemas sebelum mudik dan hindari bergadang. Akhirnya, selamat mudik! 

Sumber: Buku Cerdas P3K, 101 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan oleh Shinta Margareta

Thursday, August 23, 2012

Jangan Menunda Kencing Saat Perjalanan Mudik

AppId is over the quota
ILUSTRASI: Toilet yang tersedia untuk umum serngkali tidak mudah diakses atau digunakan oleh anak-anak. Ini membuat sebuah kota dinyatakan belum layak anak.

KOMPAS.com - Sarana toilet yang kotor atau sulit ditemukan dalam perjalanan mudik sering membuat kita memilih menahan keinginan buang air kecil atau buang air besar. Padahal, kebiasaan itu bisa memicu infeksi saluran kemih, terutama pada wanita.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Premiere Bintaro, T. Bahdar Johan, yang ditemui pekan lalu mengatakan, akibat terlalu lama menunda keinginan buang air kecil, seseorang beresiko infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih ditandai dengan rasa nyeri dan panas saat akan berkemih. Ada pula yang harus mengedan saat akan buang air kecil. Penyebabnya adalah bakteri.

Untuk mencegahnya, ada baiknya calon pemudik menyempatkan diri menuju kamar kecil sebelum memasuki sarana transportasi umum seperti bus atau kereta. Atau, bila menggunakan kendaraan pribadi dapat menggunakan fasilitas toilet umum yang tersedia.

Satu hal yang juga penting adalah selalu memerhatikan fasilitas sanitasi dan air bersihnya. Untuk mengantisipasi buruknya kualitas air di toilet umum, Anda lebih baik menyiapkan air dalam kemasan yang terjamin kualitasnya untuk membasuh organ intim.

Perilaku hidup bersih dan sehat selama perjalanan mudik sangat disarankan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) saat mudik sederhananya ialah tetap membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Upaya preventif ini sebaiknya tetap dilakukan sebelum makan dan setelah beraktivitas di kamar mandi. Mencuci tangan menggunakan sabun dapat membuat kuman lepas dari kulit dan larut bersama air yang mengalir. Dengan cuci tangan, proses penyebaran kuman patogen ke dalam tubuh pun terputus.

Disarankan pula, para calon pemudik sebelumnya mencari tahu kondisi kota atau wilayah tujuan mudik. Cari tahu apakah daerah tersebut memiliki bakat endemik suatu penyakit. Misalnya, jika kota tujuan mudik adalah daerah endemik malaria, maka pemudik harus menyiapkan diri dengan bekal obat antimalaria.

Calon pemudik harus berhati-hati saat memutuskan makan dan minum di suatu tempat baru. Pilihlah makanan yang matang, dan pilih minuman yang disajikan dalam botol. Sebaiknya, pemudik menghindari minum es, karena Anda tidak tahu apakah es yang disajikan tersebut dari air matang atau mentah.