Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

Sunday, February 17, 2013

Alkohol Sebabkan 1 dari 30 Kematian Kanker

AppId is over the quota

Kompas.com - Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol terkait dengan setiap 1 dari 30 kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Kaitan tersebut tampak nyata pada kasus kanker payudara.

Sekitar 15 persen kematian akibat kanker payudara diketahui terkait dengan konsumsi alkohol.

"Alkohol sebenarnya merupakan agen penyebab kanker tetapi tidak begitu kentara karena orang tak menyadarinya," kata Dr.David Nelson, direktur Cancer Prevention Fellowship Program.

Orang yang sering mengonsumsi alkohol beresiko tinggi terkena kanker. Meski begitu tidak ada batasan aman untuk menggunakan alkohol, termasuk orang yang minum dalam jumlah sedang yang selama ini dinilai bermanfaat untuk jantung.

"Sebaiknya orang yang memahami mereka beresiko kanker mulai mengurangi konsumsi alkoholnya. Makin sedikit, makin rendah risikonya," kata Nelson.

Untuk mengetahui kaitan antara minum alkohol dan kanker, Nelson dan timnya mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk survei nasional penggunaan alkohol.

Selain kanker payudara pada wanita, kanker mulut, tenggorokan dan esofagus adalah jenis kanker yang dikaitkan dengan konsumsi alkohol pada pria. Tiap tahunnya tercatat 6000 kematian akibat kanker tersebut.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa hobi menenggak alkohol adalah faktor risiko kanker mulut, tenggorokan, esofagus, liver, kolon, rektum, dan kanker payudara pada wanita.

Menurut para ahli dari the American Cancer Society, belum jelas sepenuhnya bagaimana alkohol meningkatkan risiko kanker.

Alkohol diyakini bertindak seperti zat kimia yang iritan pada sel sensitif dan memicu kerusakan DNA. Selain itu alkohol juga bertindak seperti pelarut untuk karsinogen lain, misalnya yang ditemukan dalam rokok, sehingga zat karsinogen itu bisa masuk sel lebih mudah.

Alkohol juga diduga memengaruhi hormon-hormon penting, seperti estrogen sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

"Jika Anda bukan peminum alkohol, jangan memulainya. Namun jika Anda adalah peminum, mulailah membatasi," katanya.

Meski alkohol terbukti terkait dengan kanker, namun tembakau masih menjadi faktor kuat dalam kematian kanker. Setiap tahunnya 100.000 kematian karena kanker dipicu oleh kebiasaan merokok.

Thursday, August 23, 2012

Prediksi Kesembuhan Kanker Prostat dari Jari Manis

AppId is over the quota

KOMPAS.com - Pria dengan jari manis lebih pendek dari jari telunjuknya memiliki kesempatan cepat pulih dari kanker prostat. Pria berjari manis pendek diperkirakan memiliki hormon testosteron lebih rendah. Hormon ini diketahui membantu berkembangnya tumor pada prostat.

Penelitian menemukan, Dutasteride, obat yang digunakan untuk melawan kanker prostat dengan cara memblokir efek testosteron, bekerja lebih baik pada pria berjari manis pendek. Penelitian ini melibatkan 142 responden. Namun, tidak merinci berapa jumlah pria berjari manis pendek yang bereaksi baik pada obat anti tumor.

Penemuan terbaru dari para ahli di Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan ini dapat mempermudah para dokter memprediksi siapa pasiennya yang beraksi terhadap obat, dengan cara mengukur jari-jari pasien pria.

Para responden dalam penelitian memang tidak menderita kanker. Tetapi, mereka mengalami pembesaran pada prostat. Kondisi ini biasanya dialami pria di atas usia 50 tahun dimana prostat tumbuh dan menghambat saluran urin.

Dutasteride diberikan pada para responden setiap hari selama 6 bulan. Ketika kelenjar prostat mereka diukur untuk mengetahui adakah perubahan diketahui terjadi penyusutan prostat pada pria berjari manis pendek.

Sebuah laporan dalam British Journal of urology para peneliti menyambut baik hasil penelitian ini. para ahli mengatakan panjang jari seseorang dapat digunakan untuk memprediksi pengobatan kanker prostat menggunakan dutasteride.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa panjang jari seseorang bisa menggambarkan kondisi kesehatannya. Dari panjang jari, seseorang bisa diketahui beresiko penyakit Jantung, Osteoarthritis, Depresi, dan penyakit saraf.